Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Wednesday, July 30, 2014

test

dsadsadasdas

Wednesday, June 19, 2013

Download Lagu Aftercoma

Download Lagu , Streaming

Aftercoma - berontak     =>     Download        AFTERCOMA-We've Lost All Wars   => Download

Aftercoma - jerusalem    =>     Download        Aftercoma - Dalam_Gelap   => Download

Aftercoma - sesak          =>     Download       AFTERCOMA - Jelaga   => Download

Aftercoma - revolution    =>    Download       aftercoma - kepalkan tangan   => Download

Aftercoma - Mogadishu  =>    Download      Raga_Terbakar_feat._Ipang   => Download

aftercoma - terkapar lemah terjajah  => Download

Untuk Streaming Lagunya bisa Klick Di Sini

Tuesday, June 18, 2013

Membuat File Hosting Sendiri

Sebelum kalian membuat file hosting , pastikan kalian mempunyai domain dan hosting , domain dan hosting sendiri ada yang gratis dan berbayar , contoh yg gratis nya domain uni.me , dot.tk dan hosting yg gratis ada 000webhost.com , byethost.com , dan masih banyak jika kalian tanyakan ke mbah google

setelah kalian mempunyai domain dan hosting , setting domain dan hosting kalian sehingga terintegrasi
setelah itu kalian buat data base yang berguna sebagai data kalian di website

dan download file, file hostingnya DI SINI

Setelah di download kalian tinggal extrack dan upload ke website anda , bisa menggunakan file zilla

jika sudah selasai , buka website anda dan nanti ada petunjuk instal , nanti kalian tinggal isi dan integrasikan web kalian dengan sql database kalian

Dan contoh file hostingnya Klick DI SiNI

HTML5 VS Aplikasi Native

HTML5 membuat pengembang tinggalkan aplikasi native?


Berakhirnya era toko aplikasi tertutup mungkin sudah terlihat. Tahun ini sejumlah sistem operasi mobile baru dijadwalkan untuk keluar - diantaranya Firefox OS, TIZEN dan Ubuntu - dan apa yang penting adalah bahwa semuanya open source, mendukung aplikasi HTML5.

Apa sebenarnya perbedaan antara HTML5 dan aplikasi native?

Menurut bMobilized, perusahaan otomatisasi situs mobile, HTML5 adalah teknologi yang relatif baru yang memungkinkan perusahaan untuk membangun aplikasi berbasis web yang dapat dibuka pada browser standar pada perangkat apapun, termasuk smartphone dan tablet. Aplikasi native, di sisi lain, dapat ditemukan di toko aplikasi Apple App Store atau Google Play, dengan masing-masing OS mengklaim memiliki ekosistem aplikasi yang lebih kaya dan lebih banyak pengembang yang mendukungnya.

Saat ini Apple iOS dan Google Android mengontrol 90 persen dari pasar OS mobile sehingga pengembang sebagian besar memilih untuk membuat aplikasi native untuk kedua platform ini. Tetapi menurut MIT Technology Review, dengan pengenalan Firefox OS, TIZEN dan Ubuntu - yang semuanya mendukung aplikasi HTML5 - pengembang dapat dengan mudah memporting aplikasi mereka diantara platform yang berbeda tanpa persetujuan dari sebuah toko aplikasi manapun. Hal ini tentu saja menyebabkan keuntungan yang lebih cepat untuk pengembang dan biaya yang lebih rendah bagi pengguna yang ingin membuat situs mobile.

Business Insider juga memprediksi bahwa HTML5 yang pada akhirnya akan menang, dan inilah alasannya:
  • Lebih murah untuk membuat aplikasi HTML5 daripada aplikasi native. Meskipun tampaknya bahwa aplikasi native lebih baik daripada HTML5 pada banyak hal, namun HTML5 terus membaik. Seiring waktu, teknologi HTML5 yang lebih baru dan lebih hemat biaya akan menangkap pangsa yang lebih besar dari pasar. Hal ini secara signifikan juga dipicu lebih cepat dan mudahnya untuk membuat situs HTML5 mobile dari aplikasi native. Bahkan menurut sebuah studi oleh Kinvey dan AYTM, dibutuhkan waktu 18 minggu secara keseluruhan untuk pengembangan dalam membuat aplikasi iOS atau Android. Sementara disisi lain, membangun situs mobile atau aplikasi HTML5 hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja.
  • Monetisasi. beberapa iklan berbasis web yang ada saat ini - baik interaktif atau statis - sudah didukung oleh situs mobile berbasis HTML5. Ini berarti ada ruang yang jauh lebih besar dari pengiklan yang mencoba untuk membayar untuk ruang iklan, sementara sistem iklan untuk aplikasi native masih berjuang dengan mendapatkan pengiklan yang cukup.

W3C rilis rancangan kerja HTML 5.1



World Wide Web Consortium (W3C) telah merilis rancangan kerja (working draft) baru untuk HTML markup language, dimana versi 5.1 dari markup language saat ini sedang dikembangkan. Rancangan atau draft daridokumen kedua ini menjelaskan perbedaan antara kondisi pengembangan saat ini dan versi utama (major) sebelumnya, HTML 4. Draft kedua ini berisi semua rincian yang berpengaruh pada HTML5, atau update HTML 5.1, dibandingkan dengan HTML4 dalam urutan kronologisnya.
Lebih dari 40 modifikasi telah terdaftar selama rentang waktu antara September 2012 hingga 6 Mei 2013. Perubahan banyak terdapat pada elemen dan rincian implementasi atribut, misalnya W3C telah membuang elemen hgroup, elemen img sekarang mendukung "progress events" (untuk mengukur kemajuan event), dan elemen time atribut datetime kini harus dieja sebagai dateTime di DOM IDL. Pada akhir Mei, W3C juga merilis working draft baru untuk Level 2 dari konteks 2D elemen kanvas.
W3c juga telah menyediakan tiga dokumen untuk tujuan history, dimana dokumen-dokumen ini telah diskontinyu - HTML5: Edition for Web Authors dan HTML: The Markup Language (an HTML language reference)- atau diintegrasikan ke dalam spesifikasi HTML5 (main element - an HTML5 extension specification).
Kembali pada bulan Juli 2012, W3C dan Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG) telah mengakhiri kerjasama pengembangan mereka untuk standarisasi, dan pada Desember 2012, W3C telah menyatakan pengembangan HTML5 telah "selesai" dan merilis draft "nightly" pertama dari versi baru. W3C berencana untuk menyelesaikan standarisasi HTML5 dengan merilisnya sebagai "recommendation" pada tahun 2014.